Lagi! Kabar Hoaks Haji Isam Siapkan Rp10 Miliar untuk Saham BLTA
Jhonlin Group membantah hoaks Haji Isam siapkan Rp10 miliar untuk saham BLTA. Pengamat soroti bahaya informasi tanpa verifikasi.
Lensakabar.com, Jakarta - Informasi yang menyebut pengusaha Haji Isam menyiapkan dana Rp10 miliar untuk memborong saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) dipastikan tidak berasal dari pernyataan resmi Jhonlin Group. Kabar tersebut dibantah dan disebut sebagai hoaks oleh kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata.
Bantahan itu disampaikan setelah informasi mengenai rencana pembelian saham BLTA beredar di ruang digital. Selain menyebut dana Rp10 miliar, informasi tersebut juga memuat kabar mengenai rencana pertemuan para pemimpin industri yang disebut akan berlangsung pada 22 Oktober 2026.
Jhonlin Group menegaskan tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rencana Haji Isam membeli ataupun memborong saham BLTA.
Isu Haji Isam Borong Saham BLTA Dibantah
Junaidi menyampaikan bantahan tersebut pada Minggu (27/9/2026). Ia mengatakan informasi mengenai rencana Haji Isam memborong saham PT Berlian Laju Tanker Tbk tidak memiliki dasar hukum maupun data yang akurat.
"Informasi tentang Haji Isam akan memborong saham PT Berlian Laju Tanker, bahkan disebut sudah disiapkan Rp10 miliar, jelas hoaks. Tidak memiliki dasar hukum serta tidak berbasiskan data yang akurat," tegas Junaidi Tirtanata, Minggu (27/9/2026).
Informasi yang dibantah tersebut sebelumnya dimuat dalam sebuah berita di Kompasiana pada Jumat (25/9/2026). Berita itu memuat foto Haji Isam bersama Presiden Komisaris BLTA, Hadi Surya alias Wang Jingqi.
Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa Haji Isam telah menyiapkan dana Rp10 miliar untuk membeli saham BLTA. Selain itu, terdapat pula informasi mengenai rencana pertemuan para pemimpin industri yang disebut akan berlangsung pada 22 Oktober 2026.
Namun, Jhonlin Group memastikan informasi tersebut bukan berasal dari pernyataan resmi perusahaan maupun pihak yang berkepentingan.
Baca Juga: Haji Isam Akuisisi BCA? Jhonlin Group Tegaskan Hoaks
Pengamat Soroti Cepatnya Informasi Hoaks Menyebar
Pengamat sekaligus penggiat media sosial Dr. H. Ami Kamiludin menyoroti kebiasaan masyarakat dalam menyerap informasi yang beredar melalui media sosial.
Menurut Dr. Ami, masyarakat terkadang menerima informasi dengan cepat tanpa terlebih dahulu melakukan verifikasi terhadap kebenarannya. Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena dapat mendorong munculnya spekulasi secara berlebihan.
"Masyarakat kita terkadang sangat cepat menyerap informasi yang beredar di media sosial tanpa memverifikasi dahulu kebenarannya. Ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan spekulasi berlebihan," kata Dr. Ami.
Ia juga menyoroti kecenderungan pengguna media sosial yang lebih cepat mempercayai potongan-potongan video pendek yang beredar di berbagai platform.
"Pengguna media sosial saat ini lebih cepat percaya dengan potongan-potongan video pendek yang beredar, itu fakta yang terjadi saat ini," ujarnya.
Pandangan tersebut menjadi relevan dalam menyikapi informasi mengenai Haji Isam dan saham BLTA yang telah dibantah Jhonlin Group. Terlebih, informasi yang beredar memuat klaim spesifik mengenai dana Rp10 miliar serta agenda pertemuan pada 22 Oktober 2026.
Baca Juga: Kepuasan Prabowo 79,3 Persen, Ekonomi Jadi Catatan Survei INES
Jhonlin Minta Masyarakat Verifikasi Informasi
Junaidi meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar melalui media sosial maupun berbagai platform digital, terutama apabila informasi tersebut tidak disertai sumber resmi yang dapat diverifikasi.
Menurutnya, kehati-hatian diperlukan agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar yang jelas.
"Kami berharap masyarakat tidak mudah memercayai informasi yang beredar, melalui medsos maupun platform digital, apabila tidak disertai sumber resmi yang dapat diverifikasi," tandasnya.
Junaidi juga menegaskan isu mengenai rencana pembelian saham BLTA tersebut bukan satu-satunya kabar yang dikaitkan dengan Haji Isam. Ia menyamakannya dengan informasi sebelumnya yang menyebut Haji Isam akan mengakuisisi Bank BCA.
"Sekali lagi kami sampaikan, informasi bahwa Haji Isam akan membeli saham BLTA adalah hoaks. Seperti halnya beberapa waktu lalu, Haji Isam dikabarkan bakal mengakuisisi BCA juga hoaks," ungkapnya.
Dengan demikian, Jhonlin Group kembali menegaskan bahwa tidak terdapat pernyataan resmi perusahaan mengenai rencana Haji Isam membeli atau memborong saham BLTA.
Isu Saham BLTA Disebut Berpotensi Picu Spekulasi
Selain membantah kabar tersebut, pihak Jhonlin Group juga menyinggung kemungkinan isu mengenai ekspansi bisnis Haji Isam digunakan untuk kepentingan spekulasi harga saham.
Dalam keterangannya, isu semacam itu disebut bisa saja sengaja diembuskan untuk menciptakan spekulasi harga saham secara ilegal atau yang dikenal dengan istilah pom-pom saham.
Narasi tersebut juga dikaitkan dengan penggunaan nama besar Haji Isam untuk memperoleh keuntungan bagi pihak tertentu. Namun, keterangan itu disampaikan sebagai kemungkinan dan tidak disertai penetapan bahwa isu mengenai saham BLTA memang dibuat untuk tujuan tersebut.
Karena itu, informasi mengenai rencana pembelian saham BLTA perlu dibedakan antara kabar yang beredar di ruang digital dan informasi yang telah dikonfirmasi melalui sumber resmi.
Dalam kasus ini, Jhonlin Group telah menyatakan bahwa kabar Haji Isam akan membeli atau memborong saham PT Berlian Laju Tanker Tbk, termasuk informasi mengenai dana Rp10 miliar dan agenda pertemuan pada 22 Oktober 2026, tidak berasal dari pernyataan resmi manajemen Jhonlin Group.
0 Komentar