FlyDubai FZ1073: Pilot Terlibat Insiden, Pesawat Mendarat di Tabuk
FlyDubai FZ1073 dialihkan ke Tabuk setelah insiden kokpit. Pesawat membawa 174 penumpang dan kemudian melanjutkan penerbangan ke Tel Aviv.
Lensakabar.com, Jakarta - Pesawat FlyDubai dengan nomor penerbangan FZ1073 yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi setelah terjadi insiden di dalam kokpit pada Rabu (30/9/2026). Pesawat yang membawa 174 penumpang itu akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk setelah sempat mengirim sejumlah sinyal darurat.
Dikutip dari berbagai sumber, Penerbangan tersebut sebelumnya dijadwalkan menuju Bandara Ben Gurion, Israel. Namun, sekitar 90 menit setelah lepas landas dan ketika memasuki wilayah udara Yordania, pesawat mengirim kode darurat 7700 sebelum kemudian mengaktifkan kode 7500 yang menunjukkan adanya gangguan ilegal terhadap pesawat, termasuk kemungkinan pembajakan.
FlyDubai FZ1073 Ubah Arah Setelah Sinyal Darurat
Menurut laporan Ynet yang dikutip TRT World, kode 7700 dikirimkan sebagai tanda keadaan darurat umum. Tidak lama kemudian, kode 7500 dikirimkan dari pesawat.
Pada waktu yang hampir bersamaan, pesawat mengubah arah penerbangan dan kembali memasuki wilayah udara Arab Saudi. Pesawat juga sempat terbang pada ketinggian rendah di atas wilayah negara tersebut.
FZ1073 sempat bergerak ke arah selatan sebelum berbelok ke barat dan tetap berada di wilayah udara Arab Saudi hingga akhirnya mendarat di Tabuk.
Menurut Reuters, pesawat juga mengalami penurunan ketinggian secara tajam sekitar 4,3 kilometer dalam waktu singkat selama penerbangan. Sejumlah sinyal darurat dikirimkan selama insiden berlangsung.
Informasi awal mengenai penyebab aktifnya kode 7500 sempat mengarah pada kemungkinan sinyal tersebut aktif secara tidak sengaja akibat pertengkaran antara pilot dan kopilot. Channel 12 Israel melaporkan insiden tersebut tampaknya tidak berkaitan dengan masalah keamanan.
Namun, perkembangan berikutnya memunculkan laporan berbeda mengenai apa yang terjadi di dalam kokpit.
Laporan Terbaru Ungkap Insiden Fisik di Kokpit
Menurut laporan terbaru yang disebut dalam materi sumber, kedua pilot terlibat perkelahian fisik selama penerbangan.
Informasi mengenai identitas awak kokpit juga mengalami perkembangan. Laporan sebelumnya menyebut awak penerbangan terdiri atas pilot berkebangsaan Rusia dan kopilot asal Ukraina. Namun, laporan terbaru APA menyebut pilot yang diduga membahayakan penumpang merupakan warga negara Oman, sedangkan kapten pesawat disebut berkewarganegaraan Uni Emirat Arab.
Laporan mengenai kewarganegaraan Rusia dan Ukraina tersebut kemudian disebut belum terkonfirmasi.
Perkembangan lebih jauh disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam wawancara dengan CNN pada Rabu malam.
Menurut Netanyahu, insiden bermula ketika seorang pilot asal Oman menikam rekannya, Kapten Smit Machchhar, yang disebut sebagai pilot asal India. Setelah kejadian tersebut, pesawat sempat kehilangan ketinggian hingga ribuan kaki.
Dalam kondisi terluka, Machchhar disebut masih sempat membuka kunci pintu kokpit sebelum akhirnya jatuh tak berdaya.
Situasi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh seorang penumpang Israel bernama Yaniv Hayun untuk masuk ke kokpit. Hayun disebut bekerja sebagai tukang ledeng.
Menurut keterangan Netanyahu, Hayun melihat pilot tersebut berada di dekat panel instrumen dan berusaha mengganggu sistem kendali pesawat.
"Dia berusaha mengacaukan instrumen," kata Netanyahu kepada CNN.
Hayun kemudian disebut berusaha mengendalikan pesawat dengan menarik tuas kendali. Pada saat bersamaan, seorang penumpang lain bersama seorang awak pesawat melumpuhkan pilot yang diduga melakukan penyerangan.
Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila 2026, Prabowo Kunjungi Lubang Buaya
Dua Pilot Lain Ambil Alih Kendali Pesawat
Setelah kondisi di kokpit berhasil dikuasai, dua pilot yang sedang tidak bertugas dan berada di antara para penumpang mengambil alih kendali pesawat.
Euronews, berdasarkan sejumlah laporan media Israel, menyebut kedua pilot tersebut kemudian membawa pesawat hingga mendarat dengan selamat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.
FlyDubai selanjutnya mengirimkan dua pesawat pengganti ke Tabuk untuk membawa penumpang dan awak melanjutkan perjalanan.
Penerbangan pengganti yang membawa para penumpang dari Tabuk berangkat pada pukul 17.40 waktu setempat dan tiba di Tel Aviv sekitar pukul 18.40 waktu setempat.
Saat para penumpang tiba di Bandara Ben Gurion, Netanyahu menyambut mereka dan bertemu dengan Hayun. Dalam video resmi yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel, pakaian Hayun terlihat masih berlumuran darah Machchhar.
Netanyahu kemudian memeluk Hayun dan menyebutnya sebagai pahlawan.
Pilot yang Diduga Menyerang Diperiksa di Arab Saudi
Pilot yang diduga melakukan penyerangan kini diperiksa di Arab Saudi. Menurut Netanyahu, Uni Emirat Arab telah menyetujui keterlibatan Israel dalam proses pemeriksaan tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel sebelumnya menyatakan situasi telah terkendali. Pemerintah Israel juga menyebut seluruh sarana dikerahkan untuk mengembalikan penumpang asal Israel ke negara tersebut dengan selamat.
Otoritas Bandar Udara Israel juga membantah laporan yang menyebut wilayah udara Israel sempat ditutup selama insiden berlangsung.
Sementara itu, pejabat senior industri penerbangan Israel yang dikutip Ynet mengatakan dugaan adanya insiden keamanan dalam penerbangan tersebut masih belum dapat dikesampingkan.
Menurut penilaian awal yang dikutip para pejabat tersebut, salah satu pilot diduga berusaha menyebabkan kecelakaan, sedangkan pilot lainnya berhasil menggagalkan upaya tersebut dengan bantuan penumpang asal Israel.
Netanyahu dan Trump Beri Tanggapan
Dalam wawancara dengan CNN, Netanyahu menyebut para pilot dan penumpang berhasil mencegah apa yang ia gambarkan sebagai kemungkinan "bencana seperti serangan 9/11".
Netanyahu juga mengatakan sejauh ini penyelidik belum memiliki informasi spesifik yang menunjukkan keterlibatan Iran dalam insiden tersebut.
"Para pilot itu berhasil mencegah bencana seperti 9/11 karena dari apa yang terlihat, itulah yang sedang terjadi," ungkap Netanyahu.
Netanyahu turut menceritakan pengalamannya menghadapi pembajakan pesawat. Ia pernah terluka ketika mengikuti operasi komando Israel pada 1972 untuk membebaskan penumpang pesawat Sabena yang dibajak. Empat tahun kemudian, kakaknya, Yoni Netanyahu, tewas ketika memimpin operasi penyelamatan sandera di Entebbe.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengatakan dirinya telah memperoleh penjelasan mengenai insiden FlyDubai tersebut dari Netanyahu dan sejumlah pihak lainnya.
Trump menyebut Machchhar sebagai "pahlawan" karena masih mampu membuka pintu kokpit setelah ditikam. Ia juga memuji tindakan Hayun.
Hingga perkembangan yang disebut dalam sumber, pesawat FZ1073 telah berhasil mendarat di Tabuk dan para penumpang kemudian melanjutkan perjalanan menuju Tel Aviv menggunakan pesawat pengganti. Sementara itu, pilot yang diduga melakukan penyerangan menjalani pemeriksaan di Arab Saudi.
0 Komentar