Razia Narkoba di Bandung, 22 Orang Positif dan Obat Keras Disita
Razia narkoba di Saritem dan Cangkuang pada 9 Oktober 2026 mengamankan orang yang positif narkoba serta menyita alat isap dan 12 butir obat keras.
Lensakabar.com, Bandung – Kepolisian menggelar razia narkoba di dua wilayah Bandung Raya pada Jumat (9/10/2026), yakni kawasan Saritem, Kota Bandung, dan Kampung Ciherang, Kabupaten Bandung. Dalam dua operasi tersebut, petugas menemukan puluhan orang yang terindikasi menggunakan narkoba, menyita barang bukti terkait dugaan penyalahgunaan narkotika, serta mengamankan obat keras tertentu.
Razia di Saritem, Kecamatan Andir, melibatkan sekitar 300 personel Polrestabes Bandung. Dari pemeriksaan di lokasi, polisi menyatakan 21 orang terindikasi positif metamfetamin atau sabu-sabu. Petugas juga menemukan alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika serta sejumlah barang lain yang kini menjadi bagian dari pemeriksaan.
Sementara itu, operasi gabungan di Kampung Ciherang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, menghasilkan temuan berbeda. Satresnarkoba Polresta Bandung mengamankan satu orang yang hasil tes urinenya positif narkoba dan menyita 12 butir obat keras tertentu dari dua perempuan yang diperiksa.
Kedua operasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti upaya pemberantasan narkoba dan mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan maupun peredaran gelap zat terlarang di lingkungan masyarakat.
Razia Narkoba di Saritem, 21 Orang Positif Metamfetamin
Polrestabes Bandung melalui Satuan Reserse Narkoba menggelar razia di kawasan Saritem pada Jumat (9/10/2026). Kegiatan tersebut disebut sebagai tindak lanjut arahan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengenai pemberantasan kampung narkoba.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan operasi itu juga berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Antik oleh Polda Jawa Barat, yang menyasar tindak pidana narkotika.
“Pada sore hari ini Polrestabes Bandung akan merilis hasil operasi dalam rangka menindaklanjuti arahan Bapak Kapolri untuk memberantas kampung narkoba. Selain itu, Polda Jabar saat ini juga sedang melakukan Operasi Antik, yang sasarannya adalah narkotika,” ucap Dedi di lokasi.
Sebanyak 300 personel dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan razia. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang, termasuk tes urine di tempat.
Dari kegiatan tersebut, polisi menemukan alat isap yang disebut sebagai bong, sabu-sabu, serta sejumlah orang dengan hasil tes urine positif. Mereka kemudian dibawa ke Markas Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana merinci jumlah orang yang terindikasi positif metamfetamin mencapai 21 orang, terdiri atas 18 laki-laki dan tiga perempuan.
Selain itu, polisi menyita 23 buah obat yang disebut sebagai psikotropika, delapan cangklong yang digunakan untuk mengonsumsi sabu-sabu, 15 bong, serta beberapa plastik klip yang diduga merupakan bekas kemasan sabu-sabu.
Oliestha mengatakan pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui latar belakang keterlibatan setiap orang yang diamankan, termasuk mendalami kemungkinan adanya hubungan dengan jaringan peredaran narkoba.
“Untuk orang-orang yang telah kami amankan, yang terindikasi positif, kami bawa ke Mako untuk kami mintai keterangan, untuk dapat kami tentukan mana yang memang sebagai pengguna saja atau mungkin terikat jaringan, sehingga dapat kami telusuri sampai ke akar-akarnya,” pungkasnya.
Polisi belum menyampaikan hasil akhir pemeriksaan terhadap seluruh orang yang diamankan dalam operasi tersebut.
Razia di Cangkuang Temukan 12 Butir Obat Keras
Pada malam hari, Satresnarkoba Polresta Bandung menggelar razia gabungan di Kampung Ciherang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Operasi dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dan dipimpin Kasat Resnarkoba Polresta Bandung Kompol Made Putra Yudistira.
Kegiatan tersebut melibatkan Sat Samapta, Propam Polresta Bandung, Denpom III/5 Bandung, serta Satpol PP Kabupaten Bandung.
Menurut Made, razia dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus deteksi dini terhadap dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di lingkungan masyarakat.
“Razia gabungan dan tes urine ini merupakan upaya preventif serta deteksi dini terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” kata Made dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Dalam operasi itu, petugas melakukan tes urine secara acak terhadap 12 laki-laki. Hasil pemeriksaan menunjukkan satu orang positif narkoba dan selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas juga menemukan obat keras tertentu yang dibawa dua perempuan berinisial VS (25) dan S (24).
Dari VS, polisi menyita enam butir Trihexyphenidyl dan lima butir Heximer. Sementara itu, dari S ditemukan satu butir Trihexyphenidyl. Total barang bukti yang disita mencapai 12 butir obat keras.
Polisi membawa orang yang hasil tes urinenya positif beserta barang bukti obat keras tersebut ke Markas Satresnarkoba Polresta Bandung untuk pemeriksaan dan pengembangan.
“Satu orang yang hasil tes urinenya positif beserta barang bukti obat keras langsung kami amankan ke Mako Satresnarkoba Polresta Bandung untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Made.
Rangkaian operasi gabungan tersebut berlangsung hingga malam hari. Polresta Bandung menyatakan kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Pemeriksaan Lanjutan Menentukan Perkembangan Kasus
Dua operasi di wilayah berbeda tersebut menghasilkan temuan yang tidak sama. Di Saritem, polisi mencatat 21 orang terindikasi positif metamfetamin dan menyita sejumlah barang yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika. Di Cangkuang, petugas mengamankan satu orang dengan hasil tes urine positif narkoba serta menemukan 12 butir obat keras tertentu.
Hasil tes urine positif merupakan temuan awal pemeriksaan dan tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan seseorang dalam jaringan peredaran narkoba. Demikian pula, temuan obat keras perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan untuk memastikan konteks kepemilikan dan dugaan pelanggaran yang terkait.
Di kedua lokasi, kepolisian menyatakan pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mendalami temuan operasi. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar bagi langkah berikutnya sesuai fakta yang diperoleh penyidik.
Baca Juga: Markas Judi Online di Cijantung Seret Oknum Letkol, KSAD: Memalukan!
Informasi lanjutan mengenai status orang-orang yang diamankan, asal-usul barang bukti, dan kemungkinan keterkaitan dengan jaringan peredaran narkoba belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang disampaikan.
0 Komentar