Target Panen November, Sejauh Mana Progres Pertanian PSN Wanam?
PSN Wanam menyiapkan panen perdana November 2026. Sebanyak 230 hektare lahan telah diolah dan jaringan saluran mencapai 133 kilometer.
Lensakabar.com, Merauke - Pengembangan pertanian dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai memasuki tahap uji coba produksi. Sekitar 40 hektare lahan telah ditanami padi dan ditargetkan memasuki panen perdana pada awal hingga pertengahan November 2026.
Di tengah persiapan tersebut, pembangunan infrastruktur pendukung masih berlangsung. Hingga 1 Oktober 2026, jaringan saluran di Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Merauke telah mencapai 133 kilometer dari target 180 kilometer. Sementara itu, lahan pertanian yang telah diolah tercatat mencapai 230 hektare per 18 September 2026.
Capaian tersebut menggambarkan perkembangan dua pekerjaan utama di Wanam, yakni penyiapan lahan dan pembangunan infrastruktur sumber daya air. Keduanya menjadi bagian dari tahapan pengembangan kawasan pertanian yang dipersiapkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
230 Hektare Lahan Diolah, 40 Hektare Sudah Ditanami
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (TPPKP) Provinsi Papua Selatan, Paino, menyebut luas lahan yang telah diolah di Wanam mencapai 230 hektare per 18 September 2026.
Dari proses pengolahan tersebut, sebagian lahan telah memasuki tahap penanaman. Berdasarkan data hingga 1 Oktober 2026, penanaman padi pada lahan percontohan atau demplot di Kilometer 21 telah mencapai sekitar 40 hektare untuk tahap pertama.
Lahan tersebut direncanakan memasuki masa panen pada awal atau pertengahan November 2026. Panen perdana menjadi tahapan awal untuk menguji pengembangan pertanian sebelum penanaman diperluas ke lahan berikutnya.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pengembangan tahap selanjutnya masih menunggu arahan Kementerian Pertanian.
“Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya,” ujar Dody.
Angka lahan yang telah diolah dan ditanami tersebut merujuk pada dua capaian berbeda. Data 230 hektare menunjukkan luas lahan yang telah diolah per 18 September, sedangkan 40 hektare merupakan luas lahan yang sudah ditanami padi pada tahap pertama per 1 Oktober 2026.
Baca Juga: Warga Krisis Air Saat Kemarau, Bantuan Jhonlin Baratama Terus Berjalan
Jaringan Saluran Capai 133 Kilometer dari Target 180 Kilometer
Kesiapan pasokan air menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan pertanian Wanam. Saat meninjau KSPEAN pada 8 Oktober 2026, Dody melihat tanaman padi yang menghijau di tengah musim kemarau.
Menurut dia, ketersediaan air tawar harus dijaga agar pengembangan lahan pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun,” kata Dody dalam rilis Kementerian PU.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Kementerian PU menyiapkan jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir.
Hingga 1 Oktober 2026, pembangunan jaringan saluran di KSPEAN Kabupaten Merauke telah mencapai 133 kilometer dari target 180 kilometer. Pekerjaan ini menjadi bagian dari penyiapan infrastruktur air untuk menunjang pengembangan kawasan pertanian.
“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” ujar Dody.
Pembangunan infrastruktur sumber daya air tersebut berjalan beriringan dengan pengolahan lahan. Pemerintah menyiapkan dukungan air, sementara perluasan kegiatan pertanian dilakukan secara bertahap.
Jalan, Waduk, dan Infrastruktur Pendukung Masih Dikerjakan
Selain jaringan irigasi, pembangunan PSN Wanam mencakup jalan dan fasilitas pendukung kawasan. Per 18 September 2026, pekerjaan fisik terlihat di sejumlah titik, termasuk Kilometer 2, Kilometer 15, Kilometer 29, dan Kilometer 35.
Pekerjaan jalan meliputi penimbunan dan pemadatan badan jalan. Pasokan material koral dan batu kapur dilakukan untuk mendukung pembangunan akses utama serta kebutuhan infrastruktur kawasan.
Sejumlah alat berat, seperti ekskavator, buldoser, dan vibro roller, digunakan untuk meratakan dan memadatkan material. Area pengolahan agregat atau crusher area juga telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan material konstruksi.
Pekerjaan ketahanan air mencakup pembangunan waduk utama, saluran parit, dan jaringan irigasi. Struktur waduk mulai terbentuk sebagai bagian dari infrastruktur yang disiapkan untuk mendukung kebutuhan air di kawasan pertanian.
Pembangunan konektivitas juga berlangsung melalui penimbunan tanah dan batu kapur di sejumlah persimpangan, termasuk pengerjaan bundaran untuk mendukung mobilitas kendaraan dan distribusi logistik.
Di sejumlah lokasi, pematangan lahan dilakukan untuk kawasan perkantoran, fasilitas keamanan, area Polsek, sarana batalyon, serta landasan udara pendukung. Pembangunan kawasan permukiman masyarakat turut berjalan di tengah pengembangan infrastruktur tersebut.
Pengembangan 10.000 Hektare Masuk Tahap Quick Win
Dody mengatakan pengembangan Wanam merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut dia, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan di tengah ketidakpastian global.
“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” tuturnya.
Pengembangan kawasan dilakukan secara bertahap. Pemerintah memprioritaskan tahapan awal, termasuk pengembangan 10.000 hektare sebagai bagian dari program Quick Win, sebelum melanjutkan pengembangan kawasan secara lebih luas.
Tahap selanjutnya direncanakan terintegrasi dengan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Kementerian PU juga menegaskan bahwa pembangunan harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal.
“Di mana pun kita bekerja, kita wajib mengikutkan warga lokal sebagai pekerja, sebagai apa pun yang memang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal. Ini sesuai arahan Presiden sejak awal,” kata Dody.
Untuk tahap terdekat, pengembangan pertanian Wanam menunggu realisasi panen perdana dari sekitar 40 hektare lahan yang telah ditanami. Perluasan penanaman berikutnya masih menunggu arahan Kementerian Pertanian, sementara pembangunan jaringan saluran dan infrastruktur pendukung terus berjalan.
0 Komentar