Lomba Tidur di Jepang Berhadiah Rp225 Juta, Netizen Indonesia Ikut Heboh
Lomba tidur Matt Race di Jepang menawarkan hadiah Rp225 juta. Kompetisi unik ini viral dan memancing komentar lucu dari netizen Indonesia.
Lensakabar.com, Tokyo - Bagaimana jika tidur justru dijadikan perlombaan? Hal itu benar-benar terjadi di Jepang. Peserta sebuah kompetisi di Tokyo ditantang untuk menjadi orang yang paling cepat tertidur sekaligus mendapatkan tidur paling lelap dengan hadiah utama mencapai lebih dari Rp225 juta.
Kompetisi bernama Matt Race tersebut digelar perusahaan kasur Koala Sleep Japan. Para peserta tidak sekadar berbaring dan memejamkan mata, tetapi harus mengenakan perangkat pemantau aktivitas tidur selama perlombaan berlangsung.
Uniknya, kompetisi yang menguji kemampuan tidur tersebut justru menarik perhatian warganet Indonesia. Sejumlah komentar bernada humor bermunculan setelah informasi mengenai lomba itu beredar di media sosial.
Lomba Tidur di Jepang Berhadiah Rp225 Juta
Dikutip dari AFP, Kamis (8/10/2026), peserta Matt Race diberikan waktu hingga 90 menit untuk tidur. Pemenang ditentukan berdasarkan seberapa cepat peserta tertidur dan seberapa lelap kondisi tidurnya selama kompetisi.
Hadiah utama yang disiapkan penyelenggara mencapai lebih dari 2 juta yen atau sekitar Rp225 juta.
Perlombaan berlangsung di ruangan dengan pencahayaan redup. Peserta kemudian berbaring di atas kasur sambil mengenakan perangkat yang dipasang di kepala untuk memantau kondisi tidur mereka.
Dengan sistem tersebut, peserta tidak hanya dinilai dari seberapa cepat mereka berhasil terlelap. Kondisi tidur selama mengikuti perlombaan juga menjadi bagian dari penilaian.
Direktur Kreatif Koala Sleep Japan, Riichiro Nakama, mengatakan kompetisi tersebut dibuat dengan latar belakang kondisi masyarakat Jepang yang dikenal memiliki budaya kerja keras tetapi juga menghadapi persoalan kurang tidur.
"Jepang terkenal dengan budaya kerja kerasnya, tapi warganya sering mengalami kekurangan tidur," kata Nakama.
Menurut dia, Matt Race tidak semata-mata dibuat untuk menemukan orang yang paling cepat tertidur. Penyelenggara juga ingin meningkatkan perhatian masyarakat terhadap waktu dan kualitas tidur.
"Dengan menjadikannya sebuah acara seperti ini, saya pikir kita bisa membuat orang tidur bersama-sama dan meningkatkan minat terhadap tidur," lanjutnya.
Baca Juga: Warga Krisis Air Saat Kemarau, Bantuan Jhonlin Baratama Terus Berjalan
Peserta Malah Ingin Tidur Lebih Lama
Salah satu peserta, Chisato Honda, mengaku pengalaman mengikuti kompetisi tersebut terasa berbeda dibandingkan perlombaan pada umumnya.
Alih-alih merasakan tekanan seperti dalam kompetisi yang mengharuskan peserta bergerak cepat, Honda justru merasa waktu berlalu begitu singkat ketika mengikuti lomba tidur.
"Rasanya selesai dalam sekejap. Saya hampir berharap bisa tidur sedikit lebih lama, ini adalah kompetisi yang menyenangkan," ungkap Chisato.
Masalah tidur memang menjadi salah satu persoalan yang disebut dalam laporan mengenai masyarakat Jepang. Data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2021 mencatat rata-rata waktu tidur orang Jepang mencapai 7 jam 24 menit per hari.
Jam kerja dan perjalanan yang panjang serta aktivitas pada malam hari disebut menjadi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut.
Melalui Matt Race, Koala Sleep Japan mencoba mengemas perhatian terhadap kualitas tidur dalam bentuk kompetisi yang tidak biasa.
Komentar Netizen Indonesia Ikut Ramai
Keunikan lomba tersebut kemudian ikut memancing respons warganet Indonesia. Pada salah satu unggahan mengenai kompetisi itu, sejumlah komentar bernada humor terlihat memenuhi kolom komentar.
Salah satu akun bernama Nick H Fury menulis komentar singkat: "Anggota DPR mungkin dapat menang di perlombaan ini."
Komentar tersebut mendapat 183 reaksi tertawa pada tangkapan layar yang beredar.
Komentar lain datang dari akun Afri yang mengaitkan lomba tersebut dengan candaan mengenai "Konoha". "Klo Konoha ikutan pasti menang. Jangankan tidur diatas kasur, tidur saat sidang aja pulas." Komentar itu tercatat mendapat 115 reaksi tertawa.
Sementara akun Riza Riza menuliskan candaan lain: "Orang Sunda wajib ikut bisa tidur satu Minggu mereka." Komentar tersebut juga mendapat 93 reaksi tertawa pada tangkapan layar.
Deretan komentar tersebut menunjukkan bagaimana berita mengenai kompetisi yang tidak biasa dapat berkembang menjadi bahan candaan di media sosial. Warganet tidak hanya membicarakan hadiah dan konsep perlombaannya, tetapi juga mengaitkannya dengan berbagai humor yang mereka lontarkan di kolom komentar.
Meski dikemas sebagai perlombaan, penyelenggara Matt Race memiliki tujuan lain di balik konsep tersebut, yakni mengajak masyarakat lebih memperhatikan waktu serta kualitas tidur.
Dengan hadiah utama lebih dari 2 juta yen, kompetisi tidur di Tokyo itu pun menjadi salah satu cara unik untuk membawa isu kualitas tidur ke ruang publik dengan format yang berbeda dari kampanye kesehatan atau edukasi pada umumnya.
0 Komentar