PATS Samosir Aliri 82 Hektare Sawah, Panen Ditarget 150 Ton
PATS Samosir mengairi 82 hektare sawah dan ditargetkan menaikkan produksi padi dari 50 ton menjadi 150 ton per tahun sekaligus menekan emisi.
Lensakabar.com, Samosir - Pemerintah bersama Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia meresmikan operasional Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompuratus, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Sistem irigasi berbasis energi surya itu mampu memasok air dari Danau Toba untuk mengairi 82 hektare sawah yang selama ini mengandalkan air hujan.
Keberadaan PATS ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pompa berbahan bakar fosil. Dari lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun, produksi padi ditargetkan meningkat hingga tiga kali lipat, dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo mengatakan sistem tersebut memberikan manfaat kepada 749 petani.
"Pompa Air Tenaga Surya ini dapat meningkatkan produktivitas dari yang biasanya hanya satu kali produksi bisa menjadi dua sampai dengan tiga kali, dan tentu saja kami berharap dengan adanya ini dapat membawa dampak dalam meningkatkan kesejahteraan para petani," ujar Leonardo saat peresmian operasional PATS di Samosir, Sabtu.
PATS Samosir Atasi Keterbatasan Irigasi Sawah Tadah Hujan
PATS Sibonor Ompuratus mengambil air dari Danau Toba dengan debit sekitar 1.900 meter kubik per hari. Ketersediaan pasokan tersebut diharapkan membuat kebutuhan air untuk pertanian menjadi lebih andal dibandingkan kondisi sebelumnya.
Para petani di kawasan tersebut sebelumnya menghadapi keterbatasan karena mengandalkan sawah tadah hujan. Distribusi air Danau Toba yang tidak merata serta karakteristik tanah pasir berlempung turut menjadi tantangan dalam kegiatan pertanian.
Dengan sistem pompa baru, lahan seluas 82 hektare tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 150 ton padi per tahun, meningkat dari produksi sebelumnya yang berada di kisaran 50 ton.
Baca Juga: Matahari Buatan China Masuk Tahap Penting,Uji Listrik Fusi Ditargetkan 2030
PATS juga menggantikan pompa irigasi yang sebelumnya menggunakan bahan bakar Pertalite. Perubahan sumber energi tersebut membuat biaya operasional harian petani menjadi nol rupiah sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar fosil.
Dari sisi lingkungan, penggunaan energi surya diperkirakan menekan emisi sebesar 10,18 ton CO2e per tahun.
“PATS di Desa Sibonor Ompurotus ini akan menjadi contoh bagaimana upaya yang kita lakukan bersama nantinya akan mengurangi emisi 10,18 ton CO2 equivalent per tahun melalui efisiensi penggunaan bahan bakar fosil,” kata Leonardo.
Proyek Rp5,7 Miliar Jadi Percontohan Energi Bersih
Pembangunan PATS Sibonor Ompuratus memiliki nilai pembiayaan Rp5,7 miliar. Proyek tersebut merupakan proyek percontohan atau pilot project inovasi teknologi rendah karbon dalam program Low Carbon Development Initiative (LCDI) fase 2.
Deputi Development Director UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Freddie Brunt mengatakan penggunaan energi surya di sektor pertanian dapat menggabungkan manfaat peningkatan ketahanan air dan dukungan terhadap ketahanan pangan.
“Pompa air tenaga surya menunjukkan bagaimana energi bersih dapat memberikan berbagai manfaat sekaligus, meningkatkan ketahanan air untuk pertanian dan memperkuat pangan," ujar Freddie.
Pelaksanaan program melibatkan pemerintah pusat dan daerah serta Pemerintah Inggris. Kementerian PPN/Bappenas mengoordinasikan program dan integrasi perencanaan pusat dan daerah.
Pemerintah Inggris melalui UK FCDO menyediakan pendanaan hibah dengan pengelolaan Oxofrd Policy Management Limited (OPML). Sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berperan mengusulkan lokasi dan mengawal pelaksanaan program.
Pemerintah Kabupaten Samosir dan Desa Sibonor berkomitmen mengoperasikan sistem tersebut sekaligus menjaga konservasi lahan di wilayah hulu.
PATS Pakpahan Dibangun dengan Model yang Sama
Pengembangan teknologi energi surya di Samosir tidak berhenti di Desa Sibonor Ompuratus. Pemerintah juga melakukan groundbreaking PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu, Samosir.
PATS Pakpahan dibangun dengan mereplikasi sistem yang telah diterapkan di Sibonor Ompuratus. Desa tersebut memiliki 73 hektare sawah tadah hujan yang digarap 903 petani.
Penggantian pompa irigasi berbahan bakar Pertalite dengan PATS di Pakpahan diproyeksikan menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 7,32 ton CO2e per tahun. Produksi padi di wilayah tersebut juga ditargetkan meningkat dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun.
Menurut Leonardo, pengembangan dua PATS di Sibonor Ompuratus dan Pakpahan diproyeksikan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal.
“Secara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini (Sibonor Ompu Ratus dan Pakpahan) diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal,” ujar Leonardo saat peletakan batu pertama PATS Pakpahan di Kecamatan Onan Runggu, Samosir, Sabtu.
Leonardo menyebut Samosir menjadi model percontohan pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang dapat direplikasi.
“Samosir kini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” katanya.
Energi Surya Dikaitkan dengan Peningkatan Produksi Pertanian
PATS Sibonor Ompuratus dan PATS Pakpahan sama-sama ditempatkan sebagai instrumen penerapan pembangunan rendah karbon di tingkat tapak. Teknologi tersebut menyediakan air bagi sawah tadah hujan sekaligus menggantikan pompa irigasi yang menggunakan bahan bakar fosil.
Di Sibonor Ompuratus, sistem tersebut memberikan manfaat kepada 749 petani dengan cakupan lahan 82 hektare. Produksi padi ditargetkan meningkat dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.
Sementara di Pakpahan, lahan 73 hektare yang dikelola 903 petani ditargetkan mengalami peningkatan produksi dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun.
Selain peningkatan produksi, kedua proyek juga membawa target pengurangan emisi. PATS Sibonor diproyeksikan mengurangi emisi 10,18 ton CO2e per tahun, sedangkan PATS Pakpahan sebesar 7,32 ton CO2e per tahun.
Program tersebut menjadi bagian dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO dalam kerangka Low Carbon Development Initiative. Pelaksanaannya menggabungkan dukungan pendanaan, koordinasi perencanaan pusat-daerah, pengusulan lokasi, hingga pengoperasian dan konservasi wilayah oleh pemerintah daerah serta masyarakat setempat.
Dengan pengembangan PATS di dua desa, pemanfaatan energi surya di Samosir diarahkan tidak hanya untuk menggantikan bahan bakar pompa irigasi, tetapi juga membuka peluang peningkatan frekuensi tanam, produksi padi, dan nilai tambah ekonomi bagi petani.
0 Komentar