Lensakabar.com, Bandung – Kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat, mulai menunjukkan wajah baru melalui pekerjaan revitalisasi infrastruktur dan penataan ruang publik pada pertengahan Oktober tahun 2026 ini. Pembenahan ini mencakup perbaikan fisik Flyover Kiaracondong, pembersihan saluran drainase di sepanjang Jalan Ibrahim Adjie, hingga penertiban lapak pedagang kaki lima (PKL) di koridor pasar.

Perubahan paling mencolok terlihat pada bagian bawah jembatan layang. Pilar-pilar penyangga dicat ulang dengan warna biru dan dilengkapi ornamen panel abu-abu. Sementara itu, pembetonan dan pelapisan ulang dilakukan pada jalur pendakian dari arah Jalan Jakarta serta sejumlah dinding samping jembatan untuk menutup keretakan struktur.

Revitalisasi Fisik dan Penyempitan Lajur Sementara

Pekerjaan fisik pada flyover difokuskan untuk memperkuat struktur jembatan yang sebelumnya mengalami pengelupasan akibat usia dan cuaca. Petugas melapis ulang bagian dinding serta jalur pendakian utama yang mengalami keretakan dan pengelupasan.

Selama pengerjaan berlangsung, kerucut lalu lintas atau traffic cone dipasang di sekitar pilar dan area pekerjaan. Pembatas tersebut membuat sebagian lajur mengalami penyempitan sementara sehingga kendaraan yang melintas harus menyesuaikan ruang gerak dengan kondisi di lapangan.

Penertiban PKL Buka Akses Koridor Pertokoan

Penataan juga menyasar kawasan di bawah flyover dan koridor jalan sekitar Pasar Kiaracondong. Lapak-lapak PKL bertenda biru yang sebelumnya memenuhi bahu jalan dan trotoar kini ditertibkan, dengan aktivitas pedagang pasar pagi dibatasi ketat hingga pukul 06.00 WIB.

Pada siang hingga sore hari, ruang di tepi jalan terlihat jauh lebih terbuka. Kondisi ini membuat toko-toko legendaris di sekitar pasar, seperti Toko Banteng, Toko Berkat, dan Toko Kota Kembang, menjadi lebih mudah terlihat dan diakses oleh pembeli.

Di saat bersamaan, petugas kebersihan mengangkut tumpukan sampah dari saluran drainase sepanjang Jalan Ibrahim Adjie guna menjaga kelancaran aliran air dan mengantisipasi genangan saat hujan.

Arus Kendaraan Berubah, Angkot dan Parkir Masih Memakan Bahu Jalan

Kendati penertiban PKL membuat arus kendaraan dari Jalan Ibrahim Adjie menuju kawasan pasar dan persimpangan terasa lebih lancar pada siang hari, kondisi lalu lintas di lapangan masih menyisakan sejumlah titik kemacetan.

Namun, kondisi lalu lintas masih dipengaruhi pekerjaan fisik flyover yang menyebabkan penyempitan sementara di beberapa bagian lajur. Pemasangan traffic cone di sekitar pilar dan pembetonan jalur pendakian dari arah Jalan Jakarta menjadi bagian dari pengaturan ruang selama pekerjaan berlangsung.

Di bawah jembatan, bahu jalan masih sering digunakan sebagai tempat berhenti sementara (ngetem) oleh angkutan kota jurusan Ciwastra, Binong, dan Riung Bandung yang jarang melintasi jembatan bagian atas.

Selain itu, penggunaan bahu jalan untuk parkir kendaraan masih ditemukan di sekitar perlintasan rel kereta api Stasiun Kiaracondong dan toko-toko sekitarnya. Parkir liar di area tersebut menyita kapasitas jalan, terutama pada jam-jam sibuk.

Ujian Pasca-Revitalisasi: Membedah Tiga Konflik Ruang Publik Kiaracondong

Penertiban PKL, pembatasan jam berdagang, aktivitas angkutan kota, dan penggunaan bahu jalan untuk parkir merupakan aspek berbeda yang saling bertumpuk di Kiaracondong. Masing-masing berkaitan dengan perebutan ruang publik yang sama terutama di area bawah jembatan, depan pasar, dan perlintasan rel kereta.

Batas waktu berjualan hingga pukul 06.00 WIB menjadi penentu ketertiban pedagang pagi. Di sisi lain, keberadaan angkot yang ngetem dan kendaraan yang parkir di bahu jalan menunjukkan bahwa fungsi tepi jalan masih terbagi untuk berbagai kegiatan sekaligus.

Pengawasan terhadap jam operasional pedagang perlu dibedakan dari penataan lokasi pemberhentian angkutan umum dan lahan parkir resmi. Ketiganya memiliki dinamika operasional yang berbeda, meskipun sama-sama memengaruhi kenyamanan pejalan kaki dan kelancaran arus kendaraan.

Warga setempat mengharapkan penataan trotoar dan fasilitas pendukung dapat diselesaikan secara menyeluruh. Hingga proyek fisik selesai, keberlanjutan pengawasan akan menjadi kunci apakah wajah baru Kiaracondong ini menjadi perubahan permanen atau sekadar ketertiban sesaat.

Baca Juga: Sampah dan Bangunan Liar Jadi PR Bandung, Herman Minta Gerak Masif

Sumber video: Youtube/Kangen Bandung Channel