Elon Musk Pamerkan Tesla Roadster Terbaru, Teknologinya Diklaim Bisa "Terbang"
Elon Musk pamerkan Tesla Roadster dengan pendorong udara yang mampu melompat & melesat cepat. Simak uji coba dan tanggapan pakar di sini!
Lensakabar.com, TEXAS — CEO Tesla, Elon Musk, kembali mencuri perhatian publik dengan memamerkan prototipe monil terbaru Tesla Roadster dalam sebuah acara di festival pengujian SpaceX di Texas, Amerika Serikat.
Mobil sport listrik ini diklaim memiliki kemampuan yang unik, mulai dari melompat dan berputar di udara hingga berakselerasi dari posisi diam ke 60 mil per jam dalam waktu kurang dari dari satu detik.
Dalam demonstrasinya, Tesla Roadster menggunakan 10 nozel khusus serta tangki udara bertekanan tinggi untuk menghasilkan daya dorong eksternal. Mobil tersebut diperlihatkan menaiki tanjakan curam, bertahan dalam posisi terbalik, hingga melompati deretan mobil Tesla yang diparkir berjajar berkat bantuan semburan udara tersebut.
Menariknya, selama demonstrasi berlangsung, tidak ada pengemudi di dalam mobil tersebut. Musk menyatakan bahwa langkah tersebut diambil demi faktor keamanan mengingat tingkat keberhasilan teknologi ini masih belum sepenuhnya terjamin.
Tantangan Fisika dan Keraguan Para Pakar
Mengenai mekanisme pendorong udara pada Roadster, Elon Musk menjelaskan langsung di lokasi pengujian
"Nah, ini berhasil. Mobil ini menggunakan tangki udara bertekanan sangat tinggi yang canggih, sehingga mobil bisa mengisi ulang tangki udaranya sendiri. Jadi Anda tidak membutuhkan bahan pendorong (propellant) khusus atau sejenisnya. Mobil ini secara harfiah akan terangkat/melompat sendiri dan mampu melakukan manuver-manuver ini kapan pun Anda mau." Ujar Elon Musk.
Meskipun menarik perhatian, aksi pamer ini memicu perdebatan di kalangan ahli penerbangan dan otomotif. Teknologi pendorong udara yang dipamerkan dinilai belum sepenuhnya menjawab apakah mobil tersebut benar-benar bisa "terbang" atau sekadar melakukan lompatan singkat.
Baca Juga: XPeng Yoyo Andalkan AI, Operasi Robotaxi Ditargetkan 2027
Roger Connor, kurator penerbangan vertikal di Museum Dirgantara dan Antariksa Nasional Smithsonian, mengungkapkan tantangan mendasar dari kendaraan semacam ini. Menurutnya, sebuah pesawat dirancang agar seringan mungkin, sementara mobil membutuhkan struktur pelindung yang kokoh seperti bumper dan zona remuk (crumple zone).
"Tantangannya bukan sekadar mengangkat kendaraan dari tanah. Pesawat harus ringan, sedangkan mobil membutuhkan struktur pelindung seperti bumper dan zona remuk (crumple zone). Menggabungkan kedua fungsi tersebut berisiko membuat kendaraan menjadi tidak optimal, baik untuk terbang maupun dikendarai di jalan raya, sekaligus berbiaya sangat mahal," ucap Roger.
Senada dengan hal tersebut, Jim Dukovni, CEO perusahaan rintisan mobil terbang Alev, menilai bahwa meski mobil seperti Roadster mungkin bisa terangkat ke udara, tantangan terbesar bagi kendaraan listrik lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) adalah menjaga kestabilan dan daya angkat saat beralih dari gerakan vertikal ke gerakan maju. Sebagai perbandingan, kendaraan besutan Alev yang mampu terbang hanya dirancang untuk satu orang dengan bobot sekitar 254 pon—jauh lebih ringan ketimbang bobot sebuah mobil sport seperti Tesla Roadster.
"Mobil seperti Roadster mungkin saja terangkat ke udara, namun tantangan terbesar kendaraan listrik lepas landas dan mendarat vertikal (eVTOL) adalah beralih dari gerakan vertikal ke gerakan maju tanpa kehilangan daya angkat dan kestabilan. Ujar Jim Dukovni
Oleh karena itu, para ahli menilai aksi yang diperlihatkan Tesla lebih tepat disebut sebagai "lompatan" ketimbang penerbangan berkelanjutan layaknya pesawat.
Antara Gimmick The Musk Factor, Tantangan Regulasi, dan Target 2028
Di luar perdebatan teknis, pameran inovasi ekstrem ini juga dipandang sebagai bagian dari strategi komunikasi khas Elon Musk untuk menjaga hype pasar. Rekam jejak pengumuman Tesla Roadster yang pertama kali diperkenalkan pada 2017—telah mengalami serangkaian penundaan jadwal produksi.
Selain itu, kendala terbesar bagi Roadster pendorong udara ini bukan hanya masalah fisik kendaraan, melainkan benturan regulasi keselamatan jalan raya (homologasi). Penggunaan pendorong udara bertekanan ekstrem di area umum berisiko tinggi membahayakan pejalan kaki serta pengguna jalan lain.
Terlepas dari berbagai perdebatan teknis dan aturan hukum tersebut, Tesla tetap memasang target tinggi agar produksi massal dari Roadster dapat dimulai pada tahun 2028 mendatang.
"Produksi pada tahun 2028, sungguh, ini nyata," pungkas Elon Musk
Sumber video terkait: Youtube/OneNews Update
Baca Juga: Ferry Irwandi Rela Lepas Koneksi Global Demi Padamkan Karhutla
0 Komentar