Kontrakan di Antapani Digeledah Densus 88, Ini Barang yang Disita
Densus 88 menggeledah kontrakan di Antapani Bandung terkait terorisme dan menyita buku, flashdisk, ponsel, kartu serta botol berisi cairan.
Lensakabar.com, Bandung - Sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, digeledah Densus 88 Antiteror Polri pada Jumat (2/10/2026). Penggeledahan dilakukan terkait tindak pidana terorisme di tengah kawasan permukiman yang cukup padat.
Sejumlah barang dibawa petugas dari rumah tersebut, di antaranya buku, flashdisk, kartu, telepon genggam, serta beberapa botol berisi cairan. Ketua RT setempat yang mendampingi proses penggeledahan mengatakan tidak melihat adanya senjata maupun bahan peledak yang diamankan.
Ketua RT 6, Agus, mengaku terkejut ketika mengetahui banyak personel kepolisian datang ke kontrakan tersebut. Semula dia menduga kedatangan petugas berkaitan dengan kasus narkoba.
"Saya juga kaget ya. Soalnya yang saya kira ada penggerebekan narkoba atau gimana gitu kan. Cuma setelah itu banyak anggota yang dari Densus, ada Inafis, pokoknya saya juga kaget," kata Agus saat ditemui pada Sabtu (3/10/2026).
Densus 88 Geledah Kontrakan di Antapani
Agus mengatakan dirinya ikut mendampingi petugas ketika memasuki rumah kontrakan tersebut. Dari pengamatannya, petugas mengamankan sejumlah barang dari dalam rumah.
Barang yang terlihat antara lain buku, flashdisk, kartu, telepon genggam, serta beberapa botol yang berisi cairan.
"Kalau yang saya lihat itu ya kayak flashdisk, kayak kartu-kartu gitu lah, handphone, terus ada sejenis apa di botol kayak cairan-cairan gitu," ujar Agus.
Meski demikian, Agus menyebut tidak melihat senjata maupun bahan peledak dalam barang yang diamankan petugas.
Setelah proses penggeledahan selesai, tidak tampak lagi aktivitas dari dalam kontrakan. Di bagian depan rumah hanya terlihat sejumlah sandal yang diletakkan di rak dekat pintu.
Rumah tersebut sebelumnya ditempati seorang pria bersama istri dan anaknya. Menurut Agus, keluarga tersebut baru sekitar satu bulan menyewa kontrakan itu.
Baca Juga: Matahari Buatan China Masuk Tahap Penting,Uji Listrik Fusi Ditargetkan 2030
Terduga Disebut Ditangkap di Lokasi Lain
Menurut keterangan Agus, pria yang menempati kontrakan tersebut telah ditangkap oleh petugas di lokasi lain. Ketika penggeledahan berlangsung, rumah hanya dihuni oleh istri dan anaknya.
Agus juga mengaku tidak mengetahui identitas pria tersebut. Alasannya, penghuni kontrakan itu tidak pernah melaporkan keberadaannya kepada lingkungan setempat.
Ia mengatakan hanya pernah berpapasan dengan pria tersebut sekitar dua kali. Namun, keduanya tidak pernah bertegur sapa.
"Kalau saya lewat enggak mau lihat lagi ke saya gitu. Kayak yang menghindar gitu," kata Agus.
Keterangan warga tersebut menjadi gambaran mengenai aktivitas penghuni kontrakan sebelum penggeledahan. Namun, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan identitas pria tersebut maupun dugaan tindak pidana yang dikaitkan kepadanya secara lebih rinci.
Juru Bicara Densus 88 Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, belum memberikan penjelasan detail mengenai penggeledahan di Antapani. Ia mengatakan informasi lebih lengkap akan disampaikan pada Minggu (4/10/2026) malam.
"Insyaallah besok malam diinfokan ya," kata Mayndra.
Dengan demikian, rincian mengenai barang-barang yang diamankan, posisi kasus, serta dugaan keterkaitan penghuni rumah dengan tindak pidana terorisme masih menunggu keterangan resmi dari Densus 88.
Penangkapan Terduga Teroris Juga Terjadi di Sulawesi Tengah
Pada hari yang sama, Densus 88 Antiteror Polri bersama Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah juga menangkap tiga orang terduga teroris di wilayah Sulawesi Tengah.
Dua orang ditangkap di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong. Satu orang lainnya diamankan di Kabupaten Poso.
Sekretaris Desa Tomoli Utara, Muhlis, membenarkan penangkapan dua warga di wilayah tersebut. Menurut dia, keduanya telah tinggal di desa itu sejak 2015, tetapi belum melaporkan kepindahan secara resmi.
"Ada dua orang yang ditangkap di Tomoli. Keduanya sejak 2015 sudah menetap di desa kami, tetapi memang belum melaporkan kepindahannya secara resmi," ujarnya saat dihubungi dari Palu pada Jumat (2/10/2026) malam.
Kedua orang tersebut sehari-hari disebut bekerja sebagai petani kakao. Muhlis mengatakan keduanya cenderung tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
"Pekerjaan sehari-hari mereka petani kakao. Kalau berinteraksi dengan warga sekitar memang agak tertutup," ucapnya.
Hingga berita tersebut diturunkan pada pukul 23.46 Wita, Densus 88 Antiteror Polri maupun Polda Sulawesi Tengah belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas ketiga orang yang diamankan ataupun dugaan keterkaitan mereka dengan jaringan tertentu.
Ketiga terduga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara untuk kasus penggeledahan kontrakan di Antapani, keterangan resmi Densus 88 mengenai perkara tersebut masih ditunggu. Penggeledahan dan barang-barang yang diamankan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian.
0 Komentar