Lensakabar.com, Bandung - Thailand menutup perjalanan di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kekalahan 1-2 dari Filipina di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (2/10/2026).

Hasil tersebut tidak mengubah langkah Thailand menuju partai puncak. Gajah Perang tetap lolos ke final dan akan menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).

Pelatih Thailand Anthony Hudson justru menjadikan pertandingan melawan Filipina sebagai kesempatan menjaga kondisi skuad. Ia mengaku melakukan rotasi besar dengan mengganti sekitar delapan hingga sembilan pemain agar anak asuhnya memiliki kondisi lebih segar ketika menghadapi Indonesia.

Thailand Waspadai Kekuatan Timnas Indonesia

Menjelang final, Hudson tidak menunjuk satu pemain tertentu sebagai ancaman utama Indonesia. Menurutnya, kekuatan skuad Garuda justru terletak pada kualitas pemain secara keseluruhan dan kerja sama tim.

"Saya tidak melihat ini tentang satu pemain individu saja. Saya pikir mereka memiliki skuad yang penuh dengan pemain-pemain dinamis," kata Anthony Hudson selepas pertandingan.

Ia menilai Indonesia memiliki karakter permainan yang kuat secara fisik serta didukung pemain-pemain dengan kemampuan atletis.

"Fisik tim mereka sangat kuat dan mereka tim yang cukup dinamis. Kekuatan utama mereka benar-benar ada pada kerja sama tim secara kolektif," lanjut Hudson.

Karakter tersebut membuat Hudson memandang pertandingan final sebagai tantangan berat bagi Thailand. Ia juga melihat semangat juang Indonesia sebagai salah satu aspek yang perlu diperhitungkan.

"Anda bisa melihat mereka memiliki semangat juang dan atletisme yang tinggi. Jadi, ini adalah pertandingan yang sangat kami nantikan," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia vs Thailand di Final, Polemik Injury Time Diprotes FAM

Perhatian Hudson terhadap Indonesia datang setelah skuad Garuda mencatat kemenangan besar 9-2 atas Bangladesh. Namun, pelatih Thailand itu menilai hasil tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan Indonesia dalam pola pertandingan secara keseluruhan.

"Mengenai kemenangan besar Indonesia atas Bangladesh, menurut saya itu sedikit pengecualian," imbuhnya.

Meski demikian, Hudson tetap memberikan penilaian tinggi terhadap tim yang akan menjadi lawannya di final.

"Bagi saya Indonesia adalah tim yang sangat bagus. Mereka punya skuad yang atletis, fisik yang kuat, serta semangat kebersamaan yang nyata. Yang pasti target utama kami adalah menjuarai turnamen ini," pungkasnya.

Rotasi Besar Thailand untuk Menjaga Kebugaran

Kekalahan dari Filipina tidak lepas dari keputusan Thailand melakukan perubahan besar dalam susunan pemain.

Hudson mengatakan sekitar delapan atau sembilan pergantian dilakukan dalam pertandingan tersebut. Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan pertandingan final yang sudah menunggu beberapa hari kemudian.

"Kami melakukan sekitar delapan atau sembilan pergantian pemain. Alasan kami melakukan rotasi sebanyak itu adalah agar kami memiliki pemain yang segar saat memasuki pertandingan final," tuturnya.

Menurut Hudson, keputusan tersebut memberi ruang bagi sejumlah pemain untuk mendapatkan waktu istirahat sebelum menghadapi Indonesia. Ia menyebut lima hingga tujuh pemain dapat diistirahatkan sehingga kondisi skuad tetap terjaga.

Dengan demikian, hasil pertandingan melawan Filipina tidak menjadi satu-satunya ukuran persiapan Thailand menuju partai puncak. Fokus utama Hudson adalah memastikan pemain yang akan tampil di final berada dalam kondisi yang lebih siap.

Sementara itu, Indonesia juga berupaya menjaga kondisi pemain setelah kemenangan besar atas Bangladesh. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman meminta skuad Garuda tidak terlalu lama larut dalam euforia dan segera kembali memusatkan perhatian pada Thailand.

"Ini pertandingan paling gila yang pernah saya jalani," kata Herdman.

Herdman mengakui keberhasilan mencapai final menjadi momen istimewa. Namun, ia menegaskan bahwa kemenangan atas Bangladesh baru menjadi satu tahapan dalam perjalanan Indonesia di turnamen tersebut.

"Ini baru satu langkah. Kami telah mengambil satu langkah lagi dan masih ada langkah yang lebih besar dalam dua atau tiga hari ke depan. Kami memiliki kesempatan untuk mengejar trofi pertama, menciptakan sejarah, dan terus membuat negara ini bangga," ujar dia.

Skuad Garuda memiliki waktu istirahat tiga hari sebelum pertandingan final pada Senin (5/10/2026). Herdman meminta pemain memanfaatkan waktu tersebut untuk memulihkan kondisi sebelum kembali memulai persiapan menghadapi Thailand.

Indonesia Punya Catatan Berat di Dua Final Lawan Thailand

Pertemuan Indonesia dan Thailand di final kali ini juga membawa catatan sejarah tersendiri.

Secara keseluruhan, Indonesia sudah menghadapi Thailand sebanyak 78 kali. Dari jumlah tersebut, Indonesia mencatat 25 kemenangan, 16 hasil imbang, dan 37 kekalahan.

Ketika bermain di kandang, Indonesia memiliki catatan 14 pertandingan dengan tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan lima kekalahan.

Namun, dua pertemuan Indonesia dan Thailand sebelumnya di partai final berakhir dengan kegagalan bagi skuad Garuda.

Pada final SEA Games 1997 di SUGBK, Indonesia bermain imbang 2-2 hingga pertandingan berlanjut ke adu penalti. Thailand kemudian menang 4-2.

Pertemuan final berikutnya terjadi pada Piala Tiger 2002. Indonesia kembali bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu sebelum Thailand kembali memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Meski memiliki catatan tersebut, Indonesia juga pernah meraih kemenangan besar atas Thailand. Dalam pertandingan Jakarta Tournament 1975, Tim Merah Putih menang 5-0 ketika menjamu Thailand.

Lebih dari 55 Ribu Tiket Final Sudah Terjual

Antusiasme terhadap final Indonesia kontra Thailand juga terlihat dari penjualan tiket pertandingan.

PT Garuda Sepakbola Indonesia (GSI) mengonfirmasi lebih dari 55 ribu tiket final telah terjual hingga pukul 14.00 WIB, Sabtu (3/10/2026).

Pertandingan yang berlangsung di SUGBK pada Senin malam tersebut mendapat minat besar dari suporter yang ingin menyaksikan langsung perjuangan Indonesia di partai puncak.

Direktur Utama PT GSI Marsal Masita mengimbau calon penonton membeli tiket melalui kanal resmi dan memastikan telah memiliki identitas individu Garuda ID.

"Penjualan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 menunjukkan minat besar publik terhadap perjuangan Timnas Indonesia. Kami mengajak suporter membeli tiket melalui kanal resmi KitaGaruda.id dan dipastikan terlebih dahulu memiliki identitas individu Garuda ID,” kata Marsal Masita di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).

Marsal juga mengingatkan suporter untuk menghindari pembelian tiket melalui calo atau pihak lain di luar kanal resmi. Risiko yang disebutnya antara lain tiket palsu dan penggandaan nomor kursi.

"Tiket The Finals FIFA ASEAN CUP 2026 dapat dibeli hanya via kitagaruda.id (online) dengan cara yang praktis dan mudah. Pembelian lewat calo dipastikan lebih mahal, keaslian tiket tidak terjamin, dan penggandaan kursi serta risiko-risiko lainnya," ujar Marsal.

Final Indonesia kontra Thailand kini tinggal menunggu waktu. Thailand datang setelah menutup fase grup dengan kekalahan dari Filipina, tetapi melakukan rotasi besar untuk menjaga kondisi pemain. Indonesia sendiri harus mengelola waktu pemulihan setelah kemenangan 9-2 atas Bangladesh.

Kedua tim akan bertemu di SUGBK pada Senin (5/10/2026) untuk menentukan juara FIFA ASEAN Cup 2026.