Pasar EV Makin Ketat, Hyundai dan Mercedes Ubah Strategi
Hyundai batalkan Ioniq 3 di Australia, Mercedes pangkas sejumlah EV di AS, sementara Lotus siapkan supercar V8 hybrid untuk 2028.
Lensakabar.com, Jakarta - Strategi sejumlah produsen otomotif terhadap kendaraan elektrifikasi mulai menunjukkan arah yang berbeda. Hyundai membatalkan rencana membawa Ioniq 3 ke Australia, Mercedes-Benz akan menghentikan penjualan beberapa kendaraan elektrifikasinya di Amerika Serikat pada 2027, sementara Lotus justru kembali mengembangkan mobil performa tinggi dengan mesin V8 hybrid.
Keputusan tersebut datang dari tiga produsen dengan pertimbangan yang berbeda. Hyundai menghadapi persoalan biaya impor dan persaingan harga, Mercedes melakukan penyesuaian jajaran produknya di tengah peralihan menuju platform kendaraan listrik baru, sedangkan Lotus mengubah rencana Type 135 dari mobil listrik menjadi supercar dengan sistem penggerak V8 hybrid.
Perubahan itu menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga mempertimbangkan harga, karakter pasar dan strategi produk masing-masing produsen.
Hyundai Batalkan Rencana Ioniq 3 di Australia
Hyundai membatalkan rencana meluncurkan Ioniq 3 di Australia. Mobil hatchback listrik yang sebelumnya direncanakan hadir pada awal 2027 tersebut dinilai menghadapi tantangan bisnis karena biaya impornya terlalu tinggi.
Rencana tersebut diketahui setelah halaman expressions of interest atau penyampaian minat untuk Ioniq 3 di situs Hyundai Australia dihapus.
Juru bicara Hyundai Australia mengatakan kepada Drive bahwa kelayakan bisnis Ioniq 3 akan terlalu sulit dicapai karena kendaraan tersebut diproduksi di Turki, bukan Korea Selatan seperti sejumlah model Hyundai lainnya.
"Biaya impornya tinggi, dan mobil ini akan bersaing di segmen yang sangat sensitif terhadap harga. Angkanya tidak masuk akal bagi kami mengingat ketatnya persaingan," katanya.
Sebelumnya, Ioniq 3 diperkirakan akan dijual di Australia dengan harga mulai sekitar 40.000 dolar Australia atau sekitar Rp500 juta sebelum biaya on-road. Sementara varian N Line dengan jarak tempuh panjang dan spesifikasi tertinggi diperkirakan mendekati 55.000 dolar Australia atau sekitar Rp685 juta.
Harga tersebut harus berhadapan dengan sejumlah model yang berada di segmen kendaraan listrik ringkas. MG 4 Urban, misalnya, dipasarkan dengan harga antara 31.990 hingga 34.990 dolar Australia. Sementara BYD Dolphin ditawarkan mulai 28.888 dolar Australia, termasuk pajak dan biaya registrasi.
Di Indonesia, Ioniq 3 sudah diperkenalkan Hyundai dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Namun, Hyundai masih melakukan studi terkait kemungkinan membawa model tersebut ke pasar Indonesia.
Baca Juga: Kendaraan Listrik Indonesia Tembus 541.678 Unit hingga 2026
Mercedes Pangkas Sejumlah Model EV di Amerika Serikat
Perubahan strategi juga dilakukan Mercedes-Benz di pasar Amerika Serikat. Produsen asal Jerman tersebut akan menghentikan penjualan beberapa model elektrifikasi pada 2027.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada Car and Driver, sedan listrik EQE untuk model tahun 2027, termasuk versi performa tinggi AMG, tidak akan dipasarkan di AS.
Mercedes juga akan menghentikan penjualan Mercedes-Maybach EQS 680 SUV, SUV listrik yang memiliki harga mulai 180.000 dolar AS atau sekitar Rp3,22 miliar.
Selain kendaraan listrik, Mercedes juga akan mengakhiri penjualan Mercedes-AMG S63 E Performance. Model tersebut merupakan kendaraan plug-in hybrid berperforma tinggi dengan harga lebih dari 180.000 dolar AS.
Meski demikian, Mercedes tidak menghentikan seluruh jajaran kendaraan listriknya di AS. EQS sedan dan EQS SUV masih akan dipasarkan, meskipun keduanya berpotensi digantikan model generasi berikutnya.
Lini EQ sendiri merupakan generasi pertama kendaraan listrik Mercedes. Produk tersebut kini mulai diarahkan menuju generasi kendaraan yang menggunakan platform Mercedes Modular Architecture (MMA).
Salah satu model baru berbasis platform tersebut adalah Mercedes-Benz CLA EV. Model tahun 2026 tersedia dalam varian 250+ dengan penggerak roda belakang dan 350 4MATIC dengan penggerak semua roda.
Kedua varian menggunakan baterai berkapasitas 85 kWh dan mampu menempuh jarak hingga sekitar 602 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Harga CLA 250+ di AS mulai 47.250 dolar AS atau sekitar Rp845 juta, sedangkan CLA 350 4MATIC mulai 49.800 dolar AS atau sekitar Rp890 juta.
Lotus Justru Kembali ke Mesin V8 Hybrid
Berbeda dengan Hyundai dan Mercedes yang melakukan penyesuaian terhadap jajaran produknya, Lotus mengambil arah berbeda untuk mobil performa tingginya.
Pabrikan asal Inggris tersebut dikabarkan tengah menyiapkan supercar baru yang menggunakan mesin V8 hybrid. Model yang masih menggunakan kode pengembangan Type 135 itu dijadwalkan meluncur pada 2028.
Rencana tersebut merupakan perubahan dari strategi sebelumnya. Type 135 awalnya disiapkan sebagai mobil listrik, tetapi Lotus kemudian mengubah sistem penggeraknya menjadi V8 hybrid dengan tenaga yang dikabarkan dapat mencapai 1.000 PS.
Desain final Type 135 belum diperlihatkan. Konsep Theory 1 yang diperkenalkan pada 2024 disebut menjadi salah satu inspirasi untuk bahasa desain generasi berikutnya.
Perubahan arah tersebut juga terlihat dari keputusan Lotus mempertahankan Emira. Mobil sport bermesin pembakaran itu tetap menjadi bagian dari jajaran Lotus seiring masih adanya permintaan konsumen terhadap mobil sport konvensional.
Lotus juga menyiapkan perubahan untuk generasi berikutnya Emira. Model tersebut dikabarkan akan menggunakan mesin 3,0 liter twin-turbo yang dikembangkan Horse Powertrain, perusahaan patungan yang melibatkan Geely dan Renault.
Mesin tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga hingga 536 hp sebelum mendapat tambahan tenaga dari sistem hybrid.
Meski kembali memberi ruang pada mesin pembakaran dan hybrid, Lotus tidak meninggalkan kendaraan listrik. Eletre, Emeya, dan Evija tetap berada dalam portofolio elektrifikasi perusahaan.
Lotus sebelumnya menyatakan kendaraan listrik tersebut telah memperluas basis pelanggannya dan menjadi bagian penting dari bisnis.
Dengan demikian, strategi Lotus bergerak menuju pendekatan multi-powertrain. Kendaraan listrik tetap dikembangkan, sementara teknologi pembakaran dan hybrid kembali mendapat tempat, khususnya untuk produk performa tinggi.
Perbedaan langkah Hyundai, Mercedes-Benz dan Lotus memperlihatkan bahwa arah pengembangan kendaraan elektrifikasi tidak berjalan dengan pola yang sama di setiap produsen. Faktor biaya, tingkat persaingan, karakter produk dan strategi platform menjadi bagian dari keputusan masing-masing perusahaan dalam menentukan jajaran kendaraan berikutnya.
0 Komentar