Kursi ESDM Ikut Diseret! Haji Isam Kembali Jadi Sasaran Hoaks Lagi
Haji Isam diisukan menggantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM. Jhonlin membantah rumor terbaru setelah isu saham BLTA dan akuisisi BCA sebelumnya.
Lensakabar.com, Jakarta - Nama pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam kembali dikaitkan dengan kabar yang menghebohkan media sosial. Kali ini, unggahan di platform Threads menyebut bos Jhonlin Group tersebut bakal menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kabar itu dibantah kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata, yang menyebutnya sebagai hoaks.
Kemunculan rumor terbaru ini menambah rangkaian informasi tidak benar yang sebelumnya juga menyeret nama Haji Isam. Dalam beberapa pekan terakhir, pengusaha tersebut sempat dikaitkan dengan isu pembelian saham PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) senilai Rp10 miliar dan kabar rencana akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Kedua informasi itu juga telah dibantah pihak terkait.
“Informasi tentang Haji Isam akan menggantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM jelas hoaks. Tidak memiliki dasar hukum serta tidak berbasiskan data yang akurat,” tegas Junaidi dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).
Rumor Haji Isam Gantikan Bahlil Dibantah Jhonlin Group
Kabar mengenai Haji Isam yang disebut bakal menempati kursi Menteri ESDM beredar melalui unggahan di Threads. Narasi tersebut mengaitkan namanya dengan kemungkinan pergantian Bahlil Lahadalia, yang saat ini menjabat Menteri ESDM.
Namun, kabar yang beredar itu tidak disertai konfirmasi resmi yang membuktikan adanya keputusan pengangkatan Haji Isam sebagai menteri.
Junaidi secara tegas membantah informasi tersebut. Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai kabar yang beredar di media sosial, terlebih jika menyangkut jabatan publik dan nama seseorang tanpa dukungan informasi resmi yang dapat diverifikasi.
“Masyarakat perlu berhati-hati dalam menyikapi informasi terkait fitnah yang terus-terusan ditujukan kepada Haji Isam. Kami meminta masyarakat tidak mudah memercayai informasi di medsos maupun platform digital jika tidak berasal dari sumber resmi yang terverifikasi,” tambahnya.
Bantahan tersebut menegaskan posisi Jhonlin Group terhadap rumor terbaru. Hingga keterangan itu disampaikan, belum ada pengumuman resmi yang mengonfirmasi bahwa Haji Isam akan menggantikan Bahlil sebagai Menteri ESDM.
Sebelumnya, Haji Isam Dikaitkan dengan Saham BLTA dan Akuisisi BCA
Sebelum rumor mengenai jabatan Menteri ESDM beredar, nama Haji Isam lebih dahulu muncul dalam dua isu yang berkaitan dengan dunia usaha.
Pada September 2026, beredar informasi yang menyebut Haji Isam menyiapkan dana Rp10 miliar untuk memborong saham BLTA. Narasi tersebut juga memuat kabar mengenai rencana pertemuan para pemimpin industri pada 22 Oktober 2026.
Kuasa hukum Jhonlin Group membantah kabar pembelian saham tersebut. Junaidi menegaskan perusahaan tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rencana Haji Isam membeli atau memborong saham BLTA.
Baca Juga: Haji Isam Akuisisi BCA? Jhonlin Group Tegaskan Hoaks
Pada periode yang sama, beredar pula informasi bahwa Haji Isam akan mengakuisisi BCA. Jhonlin Group membantah kabar itu dan menyatakan tidak pernah ada pernyataan resmi dari manajemen maupun pihak terkait mengenai rencana pembelian bank tersebut.
Pihak BCA juga menyampaikan bantahan atas informasi mengenai rencana aksi korporasi yang beredar di media sosial. Perseroan mengimbau masyarakat merujuk pada kanal resmi untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kini, rumor yang beredar bergeser dari transaksi saham dan akuisisi perusahaan ke isu jabatan di pemerintahan. Meski objek kabarnya berbeda, ketiga isu tersebut sama-sama mengaitkan nama Haji Isam dengan informasi yang kemudian dibantah oleh pihak terkait.
Pola Rumor Berulang, Jhonlin Minta Publik Lebih Kritis
Rentetan kabar tersebut memperlihatkan bagaimana nama seorang pengusaha dapat dikaitkan dengan berbagai isu, mulai dari transaksi korporasi hingga pergantian pejabat pemerintah. Namun, pengulangan sebuah narasi di media sosial tidak dengan sendirinya membuktikan kebenarannya.
Dalam isu terbaru, Junaidi menilai informasi yang menyeret nama Haji Isam perlu disikapi secara hati-hati. Ia meminta masyarakat memeriksa asal informasi dan tidak langsung menyebarkannya tanpa verifikasi.
Untuk kabar mengenai susunan kabinet, rujukan yang tepat adalah pengumuman resmi pemerintah. Sementara itu, informasi mengenai transaksi perusahaan terbuka perlu diperiksa melalui keterbukaan informasi dan pernyataan resmi perusahaan terkait.
Klarifikasi terhadap rumor-rumor sebelumnya juga penting untuk membedakan antara informasi yang beredar dan fakta yang telah dikonfirmasi. Isu saham BLTA dan akuisisi BCA telah dibantah pihak terkait, sedangkan rumor penggantian Menteri ESDM dibantah oleh kuasa hukum Jhonlin Group pada Jumat (16/10/2026).
Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi yang mendukung kabar bahwa Haji Isam akan menggantikan Bahlil Lahadalia. Dengan demikian, informasi tersebut tetap harus diperlakukan sebagai rumor yang telah dibantah, bukan sebagai keputusan pergantian menteri yang sudah ditetapkan.
0 Komentar