Panggil Bakom ke Hambalang, Prabowo Minta Komunikasi Pemerintah Dialogis
Presiden Prabowo memanggil pimpinan Bakom ke Hambalang untuk menegaskan pentingnya komunikasi pemerintah yang sederhana, terbuka, dan siap mendengar kritik.
Lensakabar.com.net, Bogor - Presiden Prabowo Subianto memanggil pimpinan baru Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) ke kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bakom Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono menerima arahan langsung terkait strategi komunikasi publik Istana.
Langkah ini menjadi tindakan cepat Presiden selang dua hari setelah melantik keduanya pada Jumat (2/10/2026). Pertemuan di Hambalang menitikberatkan pada pergeseran pola komunikasi pemerintah agar lebih mudah dipahami dan berorientasi dua arah dengan masyarakat.
Berdasarkan keterangan resmi unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Presiden menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana dalam setiap penyampaian program, hasil, maupun manfaat pembangunan.
Pemerintah memandang bahwa penyampaian informasi tidak boleh sebatas memberitakan apa yang sedang dikerjakan, melainkan wajib menerangkan arah serta pemikiran strategis di balik setiap kebijakan yang diambil.
Prabowo Minta Bakom Serap Keluhan dan Kritik Masyarakat
Selain menyampaikan narasi kebijakan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Bakom memegang mandat penting untuk menjadi fasilitator dialog. Lembaga ini diminta aktif mendengarkan aspirasi, masukan, hingga kritik dari masyarakat.
Umpan balik yang diterima Bakom dari publik nantinya diposisikan sebagai bahan evaluasi strategis untuk diteruskan kepada kementerian, lembaga terkait, maupun langsung kepada Presiden. Mekanisme ini dirancang agar setiap kebijakan pemerintah dapat dipahami secara utuh sekaligus memastikan suara rakyat masuk dalam lingkaran pengambilan keputusan.
Baca Juga: Prabowo Lantik 26 Wantimpres, Rocky Gerung Bicara Fungsi Kritis
Orientasi baru ini menegaskan fungsi Bakom yang melampaui peran juru bicara konvensional. Merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2024 tentang Kantor Komunikasi Kepresidenan, lembaga ini memikul tanggung jawab analisis isu strategis politik, penyusunan strategi komunikasi, diseminasi informasi, hingga koordinasi lintas institusi.
Dinamika Kepemimpinan Komunikasi Istana dalam Dua Tahun
Pemanggilan pimpinan baru ke Hambalang ini juga berlangsung di tengah dinamika restrukturisasi komunikasi Istana yang cukup tinggi. Sejak Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) dibentuk pada Agustus 2024 hingga transformasi menjadi Bakom, posisi puncak komunikasi pemerintahan tercatat telah dialihkan kepada empat figur berbeda.
Perjalanan kepemimpinan komunikasi dalam durasi sekitar 25,5 bulan (775 hari) mencatatkan masa bakti rata-rata 8,5 bulan untuk tiap pimpinan. Hasan Nasbi memimpin era PCO sejak 19 Agustus 2024 hingga transisi kelembagaan pada 17 September 2025 (394 hari).
Setelah beralih menjadi Bakom, Angga Raka Prabowo menjabat selama 222 hari hingga 27 April 2026, yang kemudian diteruskan oleh Muhammad Qodari selama 158 hari sebelum akhirnya Syahganda Nainggolan dilantik pada 2 Oktober 2026.
Khusus dalam era Bakom sejak September 2025 hingga Oktober 2026 (380 hari), telah terjadi dua kali pergantian kepala dengan rata-rata masa jabatan sekitar 6,3 bulan. Tingginya frekuensi penyesuaian di posisi ini mencerminkan sensitivitas peran komunikasi politik yang berhadapan langsung dengan persepsi publik, manajemen krisis, dinamika media, dan penyelarasan agenda kerja Presiden.
Melalui pengarahan langsung di Hambalang, pimpinan Bakom yang baru diharapkan mampu mewujudkan komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, serta berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat luas.
0 Komentar