Lensakabar.com, Bogor - Bangku cadangan Persib Bandung menghadirkan pemandangan menarik yang mencuri perhatian penonton saat menghadapi tuan rumah Garudayaksa FC pada pekan ketujuh Super League 2026-2027 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Minggu (25/10/2026).

Sejumlah pemain bintang yang namanya sudah sangat akrab di telinga publik sepak bola nasional mulai dari Berguinho, Thom Haye, Marc Klok, Beckham Putra Nugraha, Eliano Reijnders, Julio Cesar hingga Ragnar Oratmangoen tampak mengawali pertandingan dari pinggir lapangan.

Meski tidak masuk dalam susunan pemain starting XI, para penggawa Timnas tersebut terlihat tetap ceria dan menikmati jalannya laga ketika kamera televisi menyorot area bangku cadangan. Pemandangan kontras ini sekaligus merefleksikan kemewahan kedalaman skuad (depth squad) Persib musim ini, di mana sorotan tidak hanya tertuju kepada sebelas pemain di atas rumput hijau, tetapi juga kepada deretan nama besar yang siap meledak dari bangku cadangan.

Skuad Mewah dan Rotasi Taktis Menyongsong ACL Two

Kehadiran sederet pemain berkelas di bangku cadangan memperlihatkan betapa melimpahnya pilihan taktis yang tersedia bagi jajaran pelatih Persib. Thom Haye dan Marc Klok dikenal sebagai motor pengatur tempo permainan berkaliber tinggi, Beckham Putra memiliki ikatan emosional kuat dengan publik sepak bola Bandung, sementara Ragnar Oratmangoen dan Eliano Reijnders membawa atribut pengalaman bermain di kompetisi level tinggi Eropa.

Dalam lawatan ke Pakansari ini, pelatih kepala Persib menurunkan Fitrah Maulana di bawah mistar gawang. Lini pertahanan dikawal kuartet tangguh Danijel Loncar, Patricio Matricardi, Ikhwan Tanamal, dan Sandy Walsh. Di lini tengah, Dedi Kusnandar berkolaborasi bersama Luciano Guaycochea dan Adam Alis, sementara daya gedor lini depan dipercayakan kepada trio Luka Menalo, Mariano Peralta, dan Uilliam Barros.

Komposisi tersebut membuat nama-nama elite seperti Berguinho, Julio Cesar, hingga Balša Sekulić harus bergantian menunggu giliran bersama Thom Haye dkk. Kebijakan rotasi ini diyakini tidak terlepas dari padatnya jadwal kompetisi yang harus dijalani Pangeran Biru, terlebih Persib juga tengah bersiap menatap ketatnya persidangan fase grup ajang AFC Champions League Two (ACL Two) menghadapi wakil Australia, Melbourne.

Baca juga: Persib Diolok-olok soal Fasilitas, Kang Adhit: 200 miliar bisa hattrick teu?

Drama Dua Gol dan Kartu Merah di Stadion Pakansari

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persib langsung berinisiatif mengambil kendali permainan. Di sisi lain, Garudayaksa tampil disiplin dengan merapatkan blok pertahanan di lini tengah, memaksa skuad Maung Bandung mengalirkan bola langsung ke jantung pertahanan lawan. Selepas peluang dari Luka Menalo dan Mariano Peralta, Persib akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-16.

Gol pembuka lahir dari kemelut di kotak penalti Garudayaksa. Mariano Peralta berdiri di posisi yang sangat tepat untuk menyambar bola liar dari jarak dekat, membawa Persib unggul 1-0 yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Garudayaksa di bawah arahan pelatih Milos Joksic mengubah pendekatan taktik dengan bermain lebih keluar dan agresif. Tekanan bertubi-tubi dari tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-64. Memanfaatkan celah di lini belakang Persib, Jean Jairo sukses mencetak gol penyeimbang setelah memaksimalkan rangkaian operan matang dari Carlos Iury.

Kedudukan 1-1 membuat tempo pertandingan memanas dan berjalan terbuka. Saat Persib berupaya keras memburu gol kemenangan, petaka menimpa kubu tuan rumah pada menit ke-84. Gelandang Garudayaksa, Aleksandar Busnic, diganjar kartu merah langsung oleh wasit Irfan Wahyu akibat pelanggaran keras, memaksa tim tuan rumah bermain dengan sepuluh orang di pengujung laga.

Keunggulan jumlah pemain berhasil dimanfaatkan secara optimal oleh Persib. Memasuki masa injury time tepatnya pada menit 90+2, gelandang kreatif Adam Alis melepaskan tembakan keras mendatar dari lini kedua yang gagal diantisipasi secara sempurna oleh penjaga gawang Dominik Holec. Gol dramatis tersebut mengubah skor menjadi 2-1 dan memastikan kemenangan bagi Persib hingga peluit panjang dibunyikan.

Ujian Kedalaman Skuad dan Standar Kompetisi Internal

Kemenangan dramatis di Pakansari mempertegas arti penting kedalaman skuad bagi perjalanan Persib di kompetisi musim ini. Keberadaan pemain-pemain berlabel bintang di bangku cadangan menunjukkan tingginya standar kompetisi internal di dalam tim.

Sikap santai dan ekspresi ceria yang ditunjukkan oleh Thom Haye, Marc Klok, hingga Ragnar Oratmangoen saat duduk di bangku cadangan memberi warna tersendiri. Meski di balik senyuman tersebut tersimpan ambisi besar untuk selalu menempati posisi utama, rotasi dan kebutuhan strategi pelatih menjadi hukum alam yang harus diterima dalam skuad profesional bermental juara.

Keberhasilan memetik tiga poin di markas lawan ini tidak hanya membuktikan kejelian rotasi, tetapi juga memperlihatkan matangnya aspek man-management di tubuh tim. Mengelola skuad berisikan deretan nama besar berlabel Tim Nasional dan alumnus kompetisi Eropa bukanlah perkara mudah.

Keputusan merumahkan sementara pemain bintang di bangku cadangan berpotensi memicu gesekan ego jika tidak disikapi dengan komunikasi taktis yang transparan. Sikap profesional serta atmosfer positif yang diperlihatkan para penggawa di pinggir lapangan menegaskan bahwa kepentingan kolektif klub terutama dalam menjaga ketahanan fisik menyongsong padatnya agenda domestik dan Asia berada di atas ambisi individu.

Dari sudut pandang permainan, masuknya amunisi segar di babak kedua turut membongkar stabilitas pertahanan Garudayaksa yang mulai mengendur akibat menguras stamina sejak awal laga. Kehadiran pemain pembeda dari bangku cadangan tidak sekadar memberikan penyegaran stamina, melainkan mengubah dinamika alur serangan sehingga memaksa lini belakang lawan melakukan pelanggaran berujung kartu merah.

Fenomena ini menegaskan bahwa kemewahan depth squad Persib musim ini bukan sekadar pajangan nama besar, melainkan instrumen taktis yang mampu memecah kebuntuan pada momen-momen krusial dan membawa pulang tiga poin penuh dari markas lawan.

Baca juga: Niat Coba Kuliner Sunda Langka? Ini Lokasi Tutut Hingga Kadedemes Bandung