Asap Karhutla Tembus Lintas Negara, Prabowo Fokus Tangani 6 Provinsi
Kabut asap karhutla meluas hingga Malaysia dan Singapura. Prabowo meminta percepatan pemadaman di enam provinsi dan penguatan pencegahan kebakaran.
Lensakabar.com, Jakarta - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia meluas hingga ke sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura. Di dalam negeri, sebaran asap terdeteksi di berbagai wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku, hingga Papua, sementara kualitas udara di sejumlah kawasan dilaporkan berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Laporan citra satelit BMKG per 12 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB menunjukkan banyak titik panas terdeteksi di Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Angin yang umumnya bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara turut membawa asap menyebar melintasi wilayah Indonesia dan melewati batas negara.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan karhutla dipercepat, dengan fokus pada enam provinsi serta penguatan langkah pencegahan agar kebakaran dapat diantisipasi sebelum api muncul.
Kabut Asap Karhutla Meluas hingga Malaysia dan Singapura
Sebaran asap karhutla terpantau di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatra Selatan. Di Kalimantan, asap terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, serta Kalimantan Utara.
Wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan juga masuk dalam wilayah yang terdeteksi terdampak sebaran asap.
Pergerakan asap tidak berhenti di wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan BMKG, asap dari Sumatra terpantau memasuki Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sementara itu, asap dari Kalimantan menyebar ke Sabah, Semenanjung Malaysia, dan Singapura. Asap dari Papua Nugini juga terdeteksi memasuki wilayah Papua Selatan.
Laporan ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) memperlihatkan bahwa dampak kabut asap lintas batas turut dirasakan secara signifikan di kawasan ASEAN bagian selatan.
Dalam laporan per 12 Oktober 2026 pukul 10.58 waktu setempat, ASMC menyebut kabut asap dengan kepadatan sedang hingga pekat menyelimuti wilayah tengah dan selatan Sumatra serta sebagian Kalimantan. Sebarannya juga meluas ke Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga bagian selatan Filipina.
Kondisi tersebut disertai laporan kualitas udara yang mengkhawatirkan. Stasiun pemantau di sejumlah kawasan, terutama Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Singapura, serta Sumatra bagian tengah dan selatan, mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Realiza Anti Chamas, Bahan Pemadam Api Brasil untuk Karhutla
Prabowo Minta Penanganan Karhutla Dipercepat di Enam Provinsi
Di tengah meluasnya sebaran asap, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap penanganan karhutla. Dalam rapat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (12/10/2026), Prabowo meminta jajarannya menyelesaikan persoalan kebakaran secepat mungkin.
Dilansir dari liputan6.com, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan Presiden menaruh perhatian besar terhadap upaya pemadaman yang sedang berlangsung.
"Ya Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Ya, beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini," kata Dudung seusai rapat penanganan karhutla bersama Prabowo.
Dalam rapat tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan perkembangan penanganan kebakaran. Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai fokus penanganan, termasuk Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
Di Kalimantan Tengah, salah satu wilayah prioritas berada di kawasan Tanjung Puting atau sekitar taman nasional. Penanganan di wilayah tersebut turut mempertimbangkan keberadaan satwa yang harus dilindungi.
Menurut Dudung, operasi menggunakan helikopter telah dilaksanakan. Namun, ketebalan asap membuat penanganan dari udara sulit dilakukan sehingga pemadaman melalui jalur darat lebih dioptimalkan.
"Kemudian hasil laporan dari Kepala BNPB bahwa heli, operasional heli ini sudah dilaksanakan dan banyak lebih dominan kepada operasi darat ya karena memang sulit untuk dijangkau dari udara karena memang asapnya terlalu tebal," ujar Dudung.
Ia menjelaskan bahwa operasi darat dilakukan dengan mengerahkan kendaraan, mobil, dan alat berat untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui udara.
Dudung juga menegaskan bahwa istilah operasi darat dalam konteks tersebut merujuk pada metode penanganan kebakaran, bukan operasi militer.
Baca Juga: Karhutla 2026: 57 Perusahaan Disegel, Bareskrim Dalami Unsur Pidana
Pemadaman Darat dan Perlindungan Satwa Jadi Perhatian
Kawasan Tanjung Puting menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena keberadaan satwa di sekitar taman nasional. Kondisi medan dan keterbatasan jangkauan kendaraan turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Dudung menyampaikan bahwa laporan dari Pangdam di Kalimantan Tengah menyoroti kondisi wilayah yang memiliki satwa liar dan tidak mudah dijangkau kendaraan darat. Karena itu, penanganan membutuhkan upaya yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Pemerintah juga mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi, termasuk upaya yang melibatkan BMKG dalam pengendalian cuaca. Dudung menyebut luas kebakaran yang ditangani pada saat laporan disampaikan berada di kisaran 692 hektare per hari.
"Karena memang capaiannya justru sudah semakin maksimal per hari itu hanya sekitar 692 hektar dan ini terus diupayakan termasuk upaya-upaya operasi mitigasi termasuk cuaca juga dikendalikan oleh BMKG dan mudah-mudahan ini akan cepat teratasi," ucapnya.
Angka tersebut disampaikan Dudung dalam konteks perkembangan penanganan karhutla. Ia juga menyampaikan apresiasi Presiden kepada prajurit TNI-Polri dan seluruh pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman.
Prabowo Tekankan Pencegahan Sebelum Api Muncul
Selain mempercepat pemadaman, Prabowo meminta pencegahan karhutla dilakukan secara lebih terarah dan dimulai dari tingkat daerah. Pemerintah ingin upaya mitigasi tidak hanya bergerak setelah kebakaran terjadi, tetapi juga mengantisipasi potensi munculnya api.
Menurut Dudung, Presiden mendorong pembentukan dan koordinasi masyarakat peduli yang melibatkan unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruna, serta pemerintah daerah. Koordinasi tersebut diharapkan terintegrasi dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran.
"Bahkan masyarakat peduli ini dibentuk juga untuk dikoordinasikan baik Babinkamtibmas, kemudian Babinsa, Karang Taruna dan pemerintah daerah yang terintegrasi sehingga penanganan itu tidak serta-merta pada saat api itu sudah ada tetapi sebelum kemungkinan-kemungkinan itu api itu ada dilakukan pencegahan seperti itu," ujar Dudung.
Prabowo juga meminta kampanye pencegahan karhutla dilakukan secara masif. Arahan tersebut disampaikan kepada para gubernur di enam provinsi yang menjadi fokus penanganan, Pangdam, Kapolda, BMKG, dan BNPB.
Dengan sebaran asap yang telah melintasi batas negara serta laporan kualitas udara yang mencapai kategori berbahaya di sejumlah kawasan, penanganan karhutla menjadi pekerjaan yang membutuhkan koordinasi pemadaman dan pencegahan secara bersamaan.
Pemerintah kini memprioritaskan percepatan penanganan di wilayah terdampak, mengoptimalkan operasi darat ketika asap menghambat penggunaan helikopter, serta memperkuat mitigasi di daerah rawan kebakaran. Prabowo meminta seluruh unsur terkait menjalankan langkah tersebut secara maksimal agar kebakaran dapat segera diatasi.
0 Komentar