Lensakabar.com, Jakarta - Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah memastikan diri sebagai juara Grup A. Tiket final didapat setelah Garuda menghantam Bangladesh 9-2 dalam laga terakhir fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026) malam WIB.

Kemenangan besar itu sekaligus mengubah posisi Indonesia di klasemen akhir Grup A. Sebelumnya berada di bawah Malaysia karena kalah selisih gol, Indonesia akhirnya melompati rivalnya setelah mencetak sembilan gol ke gawang Bangladesh.

Namun, kemenangan tersebut tidak sepenuhnya lepas dari sorotan. Perubahan tambahan waktu pada penghujung pertandingan Indonesia vs Bangladesh memicu kontroversi setelah waktu injury time yang semula ditunjukkan dua menit berubah menjadi tujuh menit.

Pada periode tambahan waktu itulah Indonesia mencetak dua gol terakhir yang membuat skor menjadi 9-2 dan memastikan posisi sebagai juara Grup A.

Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Perjalanan Indonesia menuju final dimulai dengan kemenangan 2-0 atas Singapura di SUGBK, Jumat (25/9/2026).

Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-13. Ole Romeny kemudian menggandakan skor melalui tendangan penalti pada menit ke-74.

Indonesia selanjutnya bermain imbang tanpa gol melawan Malaysia pada Senin (28/9/2026). Hasil tersebut membuat Indonesia sempat berada di posisi kedua klasemen karena Malaysia menang 3-0 atas Bangladesh.

Malaysia mencetak gol melalui Arif Aiman pada menit ke-18 dan 37, serta Bergson da Silva pada menit ke-52.

Situasi berubah pada pertandingan terakhir. Indonesia tampil produktif saat menghadapi Bangladesh dan menang 9-2.

Mitchell Baker menjadi pencetak gol terbanyak Indonesia dengan lima gol pada menit ke-11, 20, 37, 42 dan 90+7. Tiga pemain lain juga mencetak gol, yakni Rizky Ridho menit ke-32, Justin Hubner menit ke-45+1, Luke Vickery menit ke-90 dan Kevin Diks menit ke-90+6.

Bangladesh hanya mampu membalas melalui Mohammed Emon pada menit ke-36 dan Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1.

Hasil tersebut membuat Indonesia mengakhiri fase grup sebagai juara Grup A dan berhak tampil di final menghadapi Thailand.

Pertandingan final dijadwalkan berlangsung di SUGBK, Senin (5/10/2026).

Baca Juga: Ngamuk! Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2 di GBK

Pertandingan final dapat disaksikan melalui sejumlah platform Emtek Group selaku pemegang hak siar resmi kompetisi, yakni SCTV, Indosiar, Vidio, Moji dan Nex Parabola.

Thailand Tumbang, tetapi Tetap Jadi Juara Grup B

Thailand datang ke final setelah mengakhiri fase Grup B sebagai pemuncak klasemen, meski menelan kekalahan dari Filipina.

Pertandingan Thailand vs Filipina berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Jumat (2/10/2026). Thailand kalah 1-2 setelah Bjorn Kristensen mencetak dua gol untuk Filipina pada menit ke-3 dan 68.

Gol Thailand dicetak Iklas Sanron pada menit ke-55.

Dalam pertandingan tersebut, Thailand tidak menurunkan sejumlah pemain utamanya yang diistirahatkan menjelang final menghadapi Indonesia.

Kekalahan itu tetap tidak mengubah posisi Thailand di puncak Grup B. Thailand dan Vietnam sama-sama mengoleksi enam poin, tetapi Thailand unggul dalam agregat gol dengan selisih +5.

Dengan demikian, Thailand tetap melaju ke final dan akan menghadapi Indonesia di SUGBK.

Polemik Tambahan Waktu Indonesia vs Bangladesh

Selain kemenangan besar, pertandingan Indonesia vs Bangladesh menyisakan persoalan mengenai tambahan waktu.

Ofisial keempat Yusuke Ohashi dari Jepang awalnya mengangkat papan yang menunjukkan tambahan waktu dua menit. Setelah Bangladesh mencetak gol melalui Farhaan Ali Wahid pada menit ke-90+1, durasi tambahan waktu kemudian berubah menjadi tujuh menit.

Dua gol Indonesia lahir setelah perubahan tersebut. Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6, disusul Mitchell Baker pada menit ke-90+7.

Pelatih Indonesia John Herdman kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertanyakan perubahan tersebut kepada ofisial keempat.

"Ya, saya tidak begitu pasti. Ketika mereka mengangkat papan dua menit itu, saya rasa setiap orang di stadion tahu bahwa itu sebuah kesalahan. Pasalnya, telah terjadi beberapa kali pengecekan VAR," ujar Herdman.

Herdman mengatakan ofisial keempat mengakui adanya kesalahan ketika ditanya mengenai papan tambahan waktu tersebut.

"Jadi, ketika menanyakan kepada ofisial keempat, 'Apakah ini sebuah kesalahan?', dia menjawab, Ya," ungkap Herdman.

Meski demikian, persoalan tambahan waktu juga berkaitan dengan ketentuan Laws of the Game. Menurut Law 7.3 dalam Laws of the Game, ofisial keempat mengindikasikan tambahan waktu pada menit terakhir setiap babak. Wasit dapat menambah waktu tersebut, tetapi tidak boleh menguranginya.

Dengan demikian, tambahan waktu tujuh menit yang diberikan dalam pertandingan tersebut menjadi bagian dari prosedur yang dijalankan wasit, meskipun perubahan angka yang ditunjukkan sebelumnya memicu pertanyaan.

FAM Ajukan Protes Resmi kepada FIFA

Kontroversi tersebut kemudian berlanjut di luar lapangan. Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengajukan protes resmi kepada FIFA terkait perubahan durasi tambahan waktu dalam pertandingan Indonesia vs Bangladesh.

FAM meminta FIFA melakukan investigasi menyeluruh dan memberikan penjelasan mengenai dasar serta prosedur perubahan waktu tambahan tersebut.

Dalam pernyataannya, FAM menekankan bahwa persoalan yang dipersoalkan adalah proses dan prosedur pengelolaan waktu pertandingan. Federasi tersebut menyatakan protes itu bukan untuk menantang hasil pertandingan atau mempertanyakan performa tim, melainkan untuk memperoleh klarifikasi resmi.

FAM juga meminta FIFA meninjau insiden tersebut serta menjelaskan situasi yang melatarbelakangi keputusan para ofisial pertandingan.

Sementara itu, di lapangan, hasil pertandingan tetap membawa Indonesia ke final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda kini bersiap menghadapi Thailand pada Senin (5/10/2026) di SUGBK.